Entri yang Diunggulkan

Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Bagi Mahasiswa Menurut saya, mata kuliah Pendidikan pancasila memiliki peran yang pentin...

Senin, 04 September 2017

Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan
Sejarah Ilmu pengetahuan dari sudut kesejarahannya pastilah identik dengan filsafat karena banyak yang mengatakan bahwa filsafat itu adalah induk dan sumber dari semua ilmu pengetahuan. Hal itu di jelaskan dalam makalah yang di tulis oleh Koento Wibisono Siswomihardjo
1.      pada dimensi fenomenalnya yaitu bahwa ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai masyarakat, sebagai proses, dan sebagai produk. Robert merton mengatakan kaidah-kaidah yang melandasinya adalah universalisme, komunalisme, dis-interestedness, dan skepsisme yang terarah dan teratur.
2.       pada dimensi strukturalnya, yaitu bahwa ilmu pengetahuan harus terstruktur atas komponen-komponen, objek sasaran yang hendak diteliti, yang diteliti atau dipertanyakan tanpa mengenal titik henti atas dasar motif dan tata cara tertentu, sedangkan hasil temuannya diletakkan dalam satu kesatuan sistem. Pada mulanya ilmu pengetahuan yang identik dengan filsafat memiliki corak mitologik, kosmogoni, dan theogoni.
Paradigma dapat cenderung berfungsi sebagai ”ideologi” . pancasila sebagai sebuah paradigma yang berada di dalam kawasan filsafat ilmu mempunyai aspek keilmuan yang harus dimiliki oleh setiap ilmu sebagaimana ilmu-ilmu lainnya yaitu : ontologis, epistemologi, dan aksiologi.

a.       Ontologis, yaitu bahwa hakikat ilmu pengetahuan merupakan aktifitas manusia yang tidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Ilmu pengetahuan harus di pandang secara utuh, dalam dimensinya sebagai masyarakat, sebagai prose dan sebagai produk.

b.      Epistemologi, yaitu bahwa pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kita jadikan ”metode berfikir”, dalam arti kita jadikan dasar dan arah di dalam kita mengembangkan ilmu pengetahuan yang parameter kebenaran serta kemanfaatan hasil yang dicapainya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri.

c.       Aksiologi, yaitu bahwa dengan mengggunakan epistemologi tersebut di ata, kemanfaatn dan efek pengembangan ilmu pengetahuan secara negatif tidak bertentangan dengan ideal pancasila dan secara positif mendukung atau mewujudkan nilai-nilai ideal pancasila.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan di butuhkan situasi yang kondusif. Ilmu pengetahuan mustahil akan dapat berkembang baik dalam arti kuantitatif maupun kualitatif tanpa didasari situasi yang kondusif secara kultural dan struktural. Kultural dalam arti bahwa para warga masyarakat perguruan tinggi,para sivitas akademikanya memiliki sikap akademis,menjadikan dirinya sebagai ”musafir” yang menjelajahi”gurun ilmu pengetahuan yang tiada bertepi” melakukan pengembaraan mental yang tidak akan berakhir pada suatu titik henti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar